Kalau ditanya, "Sebutkan nama-nama bulan dalam bahasa Inggris!", mungkin kita semua bisa menjawab dengan lancar dari January sampai December. Itu pelajaran dasar banget, ya. Tapi, pernah nggak sih kamu penasaran, dari mana asal-usul nama-nama itu? Kenapa Februari cuma punya 28 hari? Atau kenapa bulan ke-7 (July) dan ke-8 (August) namanya mirip-mirip? Ternyata, di balik daftar yang sering kita hafal tanpa pikir itu, tersimpan sejarah panjang yang campur aduk: dari dewa-dewi Romawi, kaisar yang ambisius, sampai sistem kalender yang semrawut.
Mari kita telusuri lebih dalam. Mengenal asal-usul ini bukan cuma buat pengetahuan umum, tapi juga bikin kita lebih "akrab" dengan bahasa Inggris itu sendiri. Jadi, lain kali sebut "March", yang keingetan bukan cuma bulan Maret, tapi juga semangat dewa perang. Seru, kan?
Warisan Romawi Kuno: Kalender yang Jadi Cikal Bakal
Sebelum masuk ke detail per bulan, kita perlu mundur ke masa Kekaisaran Romawi. Awalnya, mereka pakai kalender yang cuma punya 10 bulan! Iya, beneran. Kalender Romulus (diambil dari nama pendiri Roma) itu dimulai dari Maret (March) dan berakhir di Desember (December). Bulan Januari dan Februari? Itu bahkan nggak dianggap sebagai bulan resmi—lebih ke periode "penunggu" sebelum musim semi dimulai. Gila ya? Bayangin hidup tanpa Januari dan Februari. Sistem ini jelas nggak akurat dan bikin kacau penanggalan.
Lalu, datanglah seorang kaisar bernama Julius Caesar. Dia, dengan bantuan ahli astronomi, melakukan reformasi besar-besaran dan menciptakan Kalender Julian pada 45 SM. Kalender inilah yang memperkenalkan sistem 12 bulan dengan tahun kabisat, dan menjadi fondasi kuat untuk kalender Gregorian yang kita pakai global sekarang. Nah, dari sinilah cerita tiap bulan berawal.
Trivia Cepat Sebelum Mulai:
- Aslinya, bulan ke-10 itu Desember (dari Latin "decem" = sepuluh). Ini bukti kalau dulu cuma ada 10 bulan.
- Nama bulan kebanyakan berasal dari bahasa Latin, baik dari nama dewa, tokoh, atau sekadar angka.
- Proses penamaan ini penuh dengan politik dan pencitraan para kaisar.
Bulan-Bulan dengan Nama Dewa-Dewa: Dari Perang Sampai Cinta
Ini dia kelompok bulan yang paling epik. Namanya diambil dari para dewa dan dewi dalam mitologi Romawi, interflonusa.com yang pengaruhnya sangat kuat dalam kehidupan mereka.
January (Januari): Gerbang Menuju Tahun Baru
Nama January berasal dari Janus, dewa permulaan dan akhir, gerbang, dan transisi. Makanya dia digambarkan punya dua wajah: satu melihat ke masa lalu, satu melihat ke masa depan. Pas banget, kan, buat bulan pertama yang jadi gerbang menuju tahun baru. Julius Caesar-lah yang menetapkan Januari sebagai bulan pertama, menggantikan Maret yang sebelumnya jadi bulan pembuka. Jadi, setiap kita bilang "Happy New Year" di Januari, kita secara nggak langsung menghormati dewa bermuka dua ini.
March (Maret): Semangat Sang Dewa Perang
March diambil dari nama Mars, dewa perang. Ini sisa-sisa dari kalender Romulus dulu, di mana Maret adalah bulan pertama. Kenapa? Karena musim semi adalah waktu yang tepat untuk memulai kampanye militer setelah musim dingin berlalu. Jadi, aura "maju perang" masih melekat kuat di bulan ini. Bahkan, kata "martial" (yang berhubungan dengan perang) juga berasal dari nama Mars ini.
May (Mei): Sang Dewi Kesuburan
Nama Mei didedikasikan untuk Maia, dewi kesuburan dan pertumbuhan. Dia adalah salah satu dewi tertua dalam mitologi Romawi. Penetapan ini sangat cocok karena Mei adalah puncak musim semi di belahan bumi utara, di mana alam benar-benar mekar dan tumbuh dengan subur. Jadi, nggak heran kalau Mei sering diasosiasikan dengan bunga dan kehidupan baru.
June (Juni): Dipersembahkan untuk Ratu Para Dewa
Ada dua versi populer soal asal nama June. Pertama, dari Juno, ratu para dewa, pelindung pernikahan dan kelahiran. Versi kedua, dari keluarga Junius di Romawi. Tapi, versi Juno lebih banyak diterima. Makanya, bulan Juni sering dianggap bulan yang bagus untuk menikah (June bride), warisan dari kepercayaan terhadap Juno sebagai pelindung rumah tangga.
Bulan yang "Diambil Alih" oleh Kaisar: July dan August
Kalau tadi namanya dari dewa, dua bulan ini adalah contoh klasik pencitraan politik zaman baheula. Namanya diubah untuk menghormati—atau lebih tepatnya, mengagungkan—para kaisar.
July (Juli): Kebanggaan Julius Caesar
Awalnya, bulan ini namanya Quintilis, yang artinya "kelima" (dalam sistem 10 bulan). Tapi, setelah Julius Caesar meninggal, untuk menghormati jasa-jasanya mereformasi kalender, bulan kelima itu diubah namanya menjadi July. Ini adalah penghormatan tertinggi yang membuat namanya abadi dalam penanggalan. Jadi, setiap kita menulis "July", kita sebenarnya menyebut nama seorang kaisar legendaris.
August (Agustus): Penyamaan Gengsi oleh Augustus
Melihat ada bulan July, penerus Caesar, Kaisar Augustus, nggak mau kalah. Dia juga pengen namanya diabadikan. Awalnya, bulan ke-8 ini namanya Sextilis (artinya "keenam"). Atas permintaan senat Romawi, nama bulan itu diubah menjadi Augustus (kita kenal sebagai August). Konon, Augustus memilih bulan ini karena di bulan itu dia mengalami banyak kesuksesan besar. Nah, ada cerita lucunya: agar bulan "miliknya" nggak kalah keren dari July (yang 31 hari), Augustus mengambil satu hari dari Februari yang malang dan menambahkannya ke August, sehingga Agustus juga punya 31 hari. Inilah sebabnya kenapa Februari jadi bulan yang paling pendek!
Bulan dengan Nama yang "Biasa Saja": Dari Angka Sampai Upacara
Nggak semua bulan dapat nama yang wah. Beberapa di antaranya cuma dinamai berdasarkan angka urut atau tradisi tertentu. Ini dia sisa-sisa sistem penomoran Romawi kuno.
April (April): Asal Usul yang Masih Diperdebatkan
Asal nama April itu agak misterius. Teori paling kuat adalah dari kata Latin "aperire" yang artinya "membuka", merujuk pada kuncup bunga yang mulai terbuka di musim semi. Teori lain bilang dari nama dewi Aphrodite (Yunani) yang disamakan dengan Venus (Romawi). Jadi, masih jadi perdebatan menarik di kalangan sejarawan.
September, October, November, December: Empat Sekawan yang "Salah Tempat"
Ini dia bukti nyata bahwa sistem kalender berubah. Keempat bulan ini namanya berasal dari angka Latin:
- September dari septem (tujuh).
- October dari octo (delapan).
- November dari novem (sembilan).
- December dari decem (sepuluh).
Lho, kok sekarang posisinya jadi bulan ke-9, 10, 11, dan 12? Itu karena penambahan bulan Januari dan Februari di depan, serta penyisipan July dan August, menggeser posisi mereka. Mereka seperti "fosil hidup" yang mengingatkan kita pada sistem kalender kuno yang cuma 10 bulan.
Si Pendek yang Unik: February (Februari)
Februari punya cerita khusus. Namanya berasal dari Februa, sebuah ritual pemurnian dan penyucian yang diadakan sekitar pertengahan bulan ini dalam kalender Romawi. Karena dianggap sebagai periode "bersih-bersih" sebelum menyambut tahun baru (yang saat itu dimulai Maret), Februari ditempatkan di akhir. Ditambah lagi "ramalannya" oleh Augustus yang mengambil satu harinya untuk August, jadilah Februari cuma punya 28 hari (atau 29 di tahun kabisat). Bulan ini jadi yang paling unik dan penuh sejarah.
Fun Facts & Cara Mudah Mengingat Nama-Nama Bulan
Nah, setelah tahu sejarahnya, pasti jadi lebih gampang mengingatnya, ya. Tapi, buat yang masih suka tertukar, terutama dalam spelling, coba tips ini:
- Perhatikan Akhiran "-ber": Empat bulan terakhir (September, October, November, December) berakhiran sama. Ingat aja, ini bulan-bulan "fosil angka".
- Julius dan Augustus: July dan August berurutan, dan namanya mirip nama orang. Ingat cerita kaisar yang saling saingan itu.
- Bulan Dewi: May (Maia) dan June (Juno) adalah bulan dewi, dan urutannya berdekatan di pertengahan tahun.
Dan, beberapa fakta tambahan yang keren:
- Bahasa Inggris adalah salah satu dari banyak bahasa yang nyontek nama bulan dari Latin. Bahasa Prancis, Spanyol, Italia, juga punya nama bulan yang mirip-mirip.
- Dalam bahasa Jerman, beberapa nama bulan justru deskriptif, misalnya "Januar" (dari Janus), tapi "März" untuk Maret, dan "Oktober" untuk Oktober. Mereka campuran antara adaptasi Latin dan nama lokal.
- Singkatan resmi bulan dalam bahasa Inggris biasanya tiga huruf pertama: Jan, Feb, Mar, Apr, May, Jun, Jul, Aug, Sep, Oct, Nov, Dec. Perhatikan, May, June, July nggak disingkat karena sudah pendek.
Jadi, Apa yang Kita Dapat dari Semua Ini?
Mempelajari nama nama bulan dalam bahasa Inggris ternyata bukan sekadar menghafal vocabulary. Ini seperti membuka pintu waktu ke peradaban Romawi kuno, melihat bagaimana politik, kepercayaan, dan ilmu pengetahuan berkelindan membentuk sesuatu yang kita anggap biasa saja: kalender. Setiap bulan membawa "jiwa" dan ceritanya sendiri-sendiri.
Jadi, lain kali kamu menandai tanggal di agenda, atau mengucapkan "birthday month", kamu bisa sedikit tersenyum. Karena di balik kata "August" yang kamu sebut, ada drama seorang kaisar yang ingin namanya dikenang. Di balik "February" yang pendek, ada ritual pembersihan kuno. Bahasa itu hidup, dan sejarahnya selalu melekat pada kata-kata yang kita gunakan sehari-hari, termasuk sederet nama bulan yang sudah kita hafal di luar kepala itu.